Kapolres : Meninggalnya Robert Jitmau Karena Kecelakaan | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Kapolres : Meninggalnya Robert Jitmau Karena Kecelakaan

Headline Penulis  Selasa, 24 Mei 2016 06:42 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolres Jayapura Kota AKBP Jermias Rontini (tengah) didampingi Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Heru Hidayanto (kiri) dan Paur Humas Iptu Yahya Rumra (kanan).

 

JAYAPURA,- Berdasarkan penyelidikan Polres Jayapura Kota  aktivis Papua  pembela pembangunan Pasar Mama Papua Robert Jitmau tewas karena kecelakaan.

Hal ini ditegaskan Kapolres Jayapura Kota AKBP Jermias Rontini kepada wartawan di Jayapura, Senin (23/05).
Dikatakan Kapolres, pernyataan tersebut disampaikan dengan maksud mengklarifikasi beberapa isu yang mengatakan  Robert Jitmau meninggal karena di bunuh.
"Korban Robert Jitmau ditabrak di Jalan Ring Road, saat bersama kedua rekannya Nehemia Yarinap dan Melianus Duwitau," kata AKBP Jermias Rontini.
Ia menuturkan dalam kecelakaan tersebut, pihaknya tak mendapatkan adanya bukti pembunuhan. "Intinya tak  ada unsur kesengajaan dalam kasus ini. Masyarakat atau keluarga korban bilang itu, tak benar," jelasnya yang didampingi  Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Heru Hidayanto dan Paur Humas Iptu Yahya Rumra.
Kasus laka lantas itu,  mulanya ketika Rojit (sapaan Robert jitmau)  bersama kedua rekannya duduk-duduk di jalan masuk Ring Road sambil menenggak minuman keras.
Nah, di TKP juga kata Kapolres, ada dua unit kendaraan yang parkir, salah satunya kendaraan yang ditumpangi oleh Rojit bersama Yosep Heru Sraun dan Apilius Jitmau.
Sedangkan kendaraan roda empat lainnya dikendarai  oleh Krispus Kambuaya. "Sebelum kejadian. Rojit turun dari mobil yang ditumpanginya, sedangkan rekan-rekannya berdiri di samping mobil. Rojit bertemu kedua rekan lainnya yang datang menggunakan ojek, Nehemia Yarinap dan Melianus Duwitau kemudian duduk di jalan masuk Ring Road," jelasnya lagi.
10 meter diluar jalan Ring Road, terparkir  dua unit kendaraan roda empat lainnya. "Kendaraan  pertama dikemudikan oleh Musa Rujatobi, dan mobil lainnya atau urutan kedua dari mobil yang diparkir itu, dikemudikan oleh Herep Patay dengan dua penumpang Ronald Edwin Metiaman yang tertidur diduga pengaruh alkohol dan Dolfinus Abraham Seifa, juga dipengaruhi alkohol," ungkapnya.
"Jelas sudah kalau  di TKP itu, ada empat kendaraan roda empat. Dua mobil pertama itu rombongan bersama almarhum Rojit, dan dua mobil lainnya itu, kelompok lainnya," ujarnya.
Saat itu Herep Patay mematikan mesin mobil dan buang air kecil di pantai.
Tiba–tiba  Dolfinus yang duduk di jok tengah pindah ke kursi sopir dan menghidupkan mobil sambil. Kemudian mengutak-atik perseneling sehingga mobil mundur dalam  kencang dan menabrak korban yang duduk di pinggir tembok ring road.
Saat melihat mobilnya menabrak korban, Herep mendekati mobilnya dan menurunkan Dolfinus kemudian membawa mobil tersebut kabur dari TKP.
"Dolfinus  mengaku pernah melihat orang bawa mobil, sehingga coba-coba kendarai. Saat itu gasnya tinggi, dan mobil langsung mundur dalam keadaan cepat ke belakang menabrak Rojit dan rekannya," katanya lagi.
Adapun rekan-rekan Rojit yang berdiri di dekat dua mobil kelompok pertama juga mencoba mengejar, tapi tidak menemukan kendaraan pelaku.
Pelaku Dolfinus Abraham Seifa ditangkap pada Sabtu pukul 15.00 WIT di BTN Puskopad Abepura, diduga akan melarikan diri," kata Kapolres lagi.
Sejauh ini, pihak Polres Jayapura  telah memeriksa dan mendengarkan keterangan dari enam orang saksi yang berada di TKP, sedangkan saksi korban Melianus Duwitau belum didapatkan karena masih menjalani perawatan akibat ditabrak.
"Saksi korban Melianus Duwitau kami sempat minta keterangan, tapi karena waktu itu masih dirawat dan keluarga meminta untuk ditunda keterangannya karena sakit.
Nantinya kami akan meminta kesaksiannya, sehingga bisa didapatkan keterangan lagi terkait peristiwa ini.
Pelaku Dolfinus Abraham Seifa yang diduga menabrak Rojit, kata Jermias pula, akan dijerat dengan pasal 310 tentang UU Lalu Lintas dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.
"Saya percaya jajaran kami bisa ungkap kasus ini dengan cepat, dan pelaku akan dijerat dengan pasal hukuman yang sesuai dengan apa yang
dilakukannya. Masyarakat juga kami minta bersabar, jangan berasumsi lain, karena titik terang persoalan ini mulai terungkap," tutupnya. (Faisal)

Dibaca 795 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.