Ada Kejanggalan Dalam Sidang Terdakwa Prada Samuel Jitmau | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Ada Kejanggalan Dalam Sidang Terdakwa Prada Samuel Jitmau

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kuasa hukum korban dari LBH Papua, IKT, Saksi serta Keluarga Korban Saat Menggelar Jumpa Pers

 

JAYAPURA,- Kuasa Hukum dari keluarga korban dan kerukunan  IKT memberikan apresiasi  yang tinggi kepada  Pengadilan Militer Jayapura yang memberikan akses persidangn dengan sangat terbuka sehingga kerukunan masyarakat yang ingin menyaksikan dapat leluasa menghadiri persidangan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Jitmau.

Hal ini disampaikan perwakilan kuasa hukum Yuliyanto yang didampingi lima orang rekannya, Patrisus Randa, Titus T Pakaala, Dedi Mailani, Sicilia Septianungrum dan Damianus Ndrityomas serta suami almarhum Yulius Hermanto dan dua orang saksi lainnya, kepada wartawan di Grand Abe Hotel Jayapura ditandai dengan menyalakan tiga buah lilin sebagai simbol harapan, Sabtu (21/5/2016) siang.
Dalam empat kali persidangan yang dilakukan secara marathon telah diperiksa 15 orang saksi dan pemeriksaan barang bukti.  Dimana dalam pengecekan barang bukti diperlihatkan celana korban ibu beserta dengan  celana dalamnya, dimana ketika ditemukan jenasah ibu tidak memakai celana sama sekali
Selain itu dalam pemeriksaan barang bukti yang dikuasai korban, ditemukan HP Nokia Asha milik almarhum ibu yang hilang saat kejadian. Baju itu ditemukan dalam peti baju milik terdakwa dan baju gambar bendera yang berlumuran darah  ( Baju milik suami korban yang dipakai terdakwa )
Namun ada beberapa barang bukti seperti pecahan piring dan gelas yang berlumur darah dan terdapat rambut terdakwa  serta baju kaos tidak ikut disertakan dalam barang bukti.
Menurut kuasa hukum dan suami korban barang-barang bukti ini memegang peranan penting dalam mengungkap tindak pidana ini .
"Baju yang dipakai korban yang motif bendera yang berlumuran darah dipakai terdakwa dan rambut terdakwa yang ditemukan di TKP itu bukti yang kuat," ujar penasehat hukum.
Untuk hal ini pihak keluarga korban mempertanyakan hal ini. "Kenapa bisa apakah kelalaiann anggota saat dibuat daftar bukti karena didakwaan ada dan keterangan saksi menerangkan baju dan rambut korban dan terdakwa  tidak dibawa dalam persidangan sebagai barang bukti," ujar penasehat hukum.
Sementara itu diketahui dalam persidangan telah diperiksa 15 orang saksi termasuk suami korban. Dari pemeriksaan saksi diketahui bahwa terdakwa sering menikmati minuman keras hingga mabuk.
Yulianto berharap pada persidangan berikut yang dijadwalkan pada 31 Mei 2016, Oditur Militer bisa menghadirkan BB yang dimaksud di hadapan hakim di Pengadilan Militer III-19 Jayapura sehingga menghasilkan keputusan yang tepat agar faktanya bisa terungkap.
"Terdakwa, Prada Samuel Jitmau oleh Oditur Milter Pengadilan Militer III-19 Jayapura didakwa dengan pasal 363 tentang pencurian, pasal 351 tentang penganiayaan dan pasal 338 tentang pembunuhan dengan tuntuan 20 tahun penjara," ujar Yuliyanto. (Fani/ Ramah)

Dibaca 1084 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.