Bank Papua Bakal Berubah Nama? | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Bank Papua Bakal Berubah Nama?

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH bersama Komut Bank Papua, Lipiyus Biniluk dan Dirut Bank Papua, Johan Kafiar dan mewakili Papua Barat dalam RUPS, Kamis (19/5) pagi.

 

JAYAPURA,- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Papua yang dibuka Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, Kamis (19/5) pagi di Hotel Sahid Entrop Jayapura, salah satu agenda yang dibahas adalah perubahan nama Bank Papua.

Apalagi, Papua kini sudah ada dua provinsi yakni Papua dan Papua Barat dan selama ini menggunakan nama Bank Papua.
 “Selain agenda kinerja Bank Papua 2015, juga membahas masalah masa jabatan Direktur Kepatuhan Bank Papua, Frens Mambrisauw dan dua Komisaris Bank Papua, Frans Wanggai dan GM Satya yang telah berakhir,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua, La Jimu kepada wartawan di Hotel Sahid Papua.
Diakui, setelah ada pemekaran Provinsi Papua Barat, maka Papua dan Papua Barat juga adalah pemilik Bank Papua sehingga mereka disatukan dalam RUPS ini untuk membangun dan melakukan kegiatan strategis untuk Bank Papua ke depan.
Menurutnya, putusan seluruh pemegang saham di Bank Papua khususnya dari yang tertinggi yaitu Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk melakukan perubahan sangat dinantikan oleh masyarakat terkait dengan wacana perubahan nama Bank Papua.
Dijelaskannya, pada tanggal 21 Agustus 2013 terkait komitmen seluruh pejabat Papua dan Papua Barat menyatukan komitmen mereka di Kabupaten Timika terkait setoran modal yang sudah terealisasi hampir seluruh daerah.
"Dalam hal pengelolaan kas di Papua Barat masih di bank BNI sementara Papua sampai hari ini masih di Bank Papua. Menyangkut besar kecil, Papua masih dominan dan masih jadi menjadi pemegang saham mayoritas di Bank Papua," kata La Jimu.
Saat disinggung pembagian dividen, disebutnya, setiap tahun dividen itu dibagi hanya saja apakah mereka mengakui pendapatan atau menambah setoran modal, itu kembali ke pemegang saham masing-masing untuk memperbesar komposisi mereka.
Lanjutnya harapan seluruh masyarakat Papua dan pemilik, menginginkan agar Bank Papua segera untuk menjadi bank devisi. “Bagaimana untuk itu, ya kita satukan dulu dalam bentuk nama, yang tadi Bank Papua menjadi Bank Tanah Papua. Yang saat ini masih dibahas forum RUPS Bank Papua,” paparnya.
Menurutnya, jika perubahan nama disepakati dan diputuskan dalam RUPS itu, sebagai keputusan tertinggi, bahwa menggunakan nama baru, maka seluruh nomenklatur berubah.
Yang jelas, untuk perubahan nama Bank Papua ini, sudah ada komitmen untuk mengakomodir dua provinsi di Tanah Papua.
Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH ketika membuka RUPS ini, mengatakan, kegiatan RUPS ini dalam rangka mendengar, menanggapi dan memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan Bank Papua tahun buku 2015 kepada pemegang saham.
Gubernur mengharapkan Bank Papua semakin maju dan semakin berpihak kepada masyarakat Papua dan semakin tumbuh besar, bersama Papua membangun negeri.
 Selain itu, Gubernur mengingatkan tahun 2014, Bank Papua belum memberikan hasil yang memuaskan kepada pemegang saham. Laba yang berhasil dihimpun dalam operasional tahun 2014 hanya mencapai 32,55 persen dari target yang ditetapkan.
 Akibatnya, lanjut Gubernur, pendapatan daerah mengalami penurunan dari hasil RUPS tahun 2015, sehingga pemegang saham memberikan catatan kepada managemen Bank Papua dalam memperbaiki kinerja keuangan di tahun 2015.
Catatan itu, antara lain perlu rekonsiliasi antara laporan pengawasan yang disampaikan oleh dewan komisaris dengan laporan keuangan yang disampaikan oleh direksi Bank Papua, perlu tindakan nyata dari direksi Bank Papua untuk menyelesaikan kredit bermasalah hingga 31 Desember 2015.
Selain itu, calon direksi dipilih melalui cara pelelangan jabatan direksi selanjutnya dilakukan fit and propertest dan untuk sementara struktur organisasi yang ada tetap dipertahankan, pembukaan cabang baru di luar tanah Papua untuk sementara dihentikan.
 Selain itu, biaya operasional dan biaya non operasional tahun 2015 agar ditekan, dengan cara pemberian kredit agar lebih teliti dan profesional didasarkan pada analisis yang akurat, penempatan karyawan dalam jabatan harus sesuai dengan kompetensi dan memiliki integritas yang tinggi.
 “Kami harap catatan ini telah ditindaklanjuti oleh managemen Bank Papua pada operasional tahun 2015 sehinga pemegang saham lebih termotivasi untuk meningkatkan,” katanya.
Gubernur meminta peran Bank Papua sebagai bank milik pemerintah daerah Papua dan Papua Barat, harus dijalankan dengan maksimal dan mendukung dari segi pembiayaan terhadap program-program pemerintah daerah, termasuk membina dan menciptakan pengusaha asli Papua.
 Selain itu, Bank Papua harus mampu bersaing dengan bank lain untuk menjadi motivator penggerak roda perekonomian di Tanah Papua.
 “Saya harap Bank Papua meningkatkan penyaluran kredit kepada usaha kecil dan menengah melalui pemberian kredit lunak, sehingga diharapkan masyarakat Papua dapat merasakan dampak dari keberadaan Bank Papua dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraannya,” paparnya.
 Gubernur meminta managemen Bank Papua agar lebih aktif membangun komunikasi dengan Gubernur, Bupati dan Wali kota sehingga dapat mensinergikan program pemerintah daerah dengan program Bank Papua.
 “Mamahemen dan seluruh pegawai Bank Paoua harus bekerja dengan benar sesuai dengan aturan yang berlaku, dengan berpijak pada prinsip Good Coorporate Governance,” tandasnya.
 Terkait RUPS yang membahas penetapan calon pengurus yakni Direktur Kepatuhan dan Komisaris Bank Papua, Gubernur mengahrapkan  dapat memutuskan calon yang memiliki kredibilitas dan kapasitas sehingga membantu kita sebagai pemegang saham untuk meningkatkan kinerja Bank Papua.
 Di samping itu, sebagai pemegang saham diharapkan dapat mendukung program transformasi Bank Papua yang telah dilaunching oleh Presiden RI pada 26 Mei 2015, yang bertujuan menjadikan Bank Papua yang berdaya saing tinggi, tumbuh kuat dan berperan dalam perekonomian di daerah. Memberikan dukungan kepada Bank Papua dalam membentuk penyertaan modal sehingga Bank Papua dapat melalukan ekspansi bisnis,” imbuhnya. (Bams/Ramah)

Dibaca 1585 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.