DPR Papua Soroti Lapas Narkotika Doyo | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

DPR Papua Soroti Lapas Narkotika Doyo

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Sekterataris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyau

 

“Terkait Kaburnya 16 Narapida”

JAYAPURA,- Sebanyak 16 orang narapidana kembali berhasil melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan Narkotika Doyo, di Sentani Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu, kini mendapat sorotan dari Komisi I DPR Papua yang membidangi Pemerintaha, Politik, Hukum dan HAM.

“Tahanan lapas Doyo  yang pintu masuknya cukup sulit. Tapi masih saja para tahanan punya kesempatan untuk kabur dari lapas. Saya juga heran dan bertanya-tanya kenapa napi sebanyak itu bisa kabur,” kata Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyao kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Selasa (17/5) kemarin siang.
Menurutnya, petugas Lapas Doyo sebenarnya banyak ketika masih jam kantor. Namun ketika sore maka banyak karyawan pulang, sehingga yang bertugas jaga narapidana hanya dua atau tiga orang saja. Sehingga ini yang membuat para napi kabur karena melihat peluang untuk lari.
“Pada hari kerja, petugas ada di lapas banyak tapi ketika sore semua petugas pulang yang berjaga hanya 2 sampai 3 orang. Jadi kemungkinan itu sehingga membuat para napi nekat untuk kabur, ” ucapnya.
Ia menuturkan, bahwa salah satu alasan banyaknya napi kabur dari lapas akibat petugas yang jaga sangat minim. Sementara jumlah tahanan mencapai ratusan orang.
“Banyak warga binaan yang lari. Bagaimana yang jaga hanya 2  orang menangani sebanyak 204 orang di lapas sangat susah,” ujar Mathea.
Untuk itu, pihaknya meminta agar Kakanwil hukum dan HAM harus melihat hal ini, dengan serius dan harus ada penambahan petugas untuk menangani warga binaan yang sudah mulai membludak.
“Itu karena petugas sangat minim. Jadi itu harus menjadi perhatian kakanwil. Kami mendapat keluhanan dari warga binaan dan petugas lapas itu sendiri,” ungkapnya.
Selain itu, tandas Mathea, terkait dengan masalah tahanan yang melebihi kapasitas, agar sarana dan prasarana juga menjadi permasalahan yang perlu menjadi perhatian.
“Mengenai tembok, lapas yang banyak kekurangan ini, kami berharap agar  pemerintah juga bisa melihat hal itu untuk menambah sarananya,” harapnya.
Akibat dari banyaknya tahanan, tambahnya, ini akan  berimbas kepada persedaian makanan bagi narapidana yang berada di Lapas Doyo.
“Dari sisi makanan juga tidak terlalu bagus, karena mereka tidak mendapat droping makanan yang cukup banyak disana, lantaran banyaknya tahanan dan narapidana. Makanya mereka melarikan diri dan mencari makan untuk istri anaknya,” tutup Mathea Mamoyau. (Yuni)

Dibaca 970 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.