Gubernur: 25 Persen Orang Papua Meninggal Per Tahun | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Gubernur: 25 Persen Orang Papua Meninggal Per Tahun

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP,MH, melihat hasil kerajinan mama-mama Papua di Galeri PKK Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (7/5).

 

BIAK,- Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP,MH, menegaskan 25 persen orang Papua yang meninggal per tahun akibat minuman keras. Oleh karena itu, Bapati dan Wali Kota di Papua segera mencabut ijin pengedaran minuman beralkohol di daerahnya.

Demikian penegasan Gubernur dalam sambutannya pada pelantikan Wakil Bupati Biak Herry Ario Naap, S.Si. M.Pd di Gedung DPRD Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (7/5).
Untuk memberantas miras di Provinsi Papua, pihaknya bersama Kapolda, Pangdam, Kajati dan Bupati/Wali Kota se Papua sudah menandatangani Pakta Integritas untuk melaksanakan Perdasus Nomor 15 Tahun 2013 tentang pelarangan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol di Provinsi Papua.
Untuk itu, Gubernur minta kepada Bupati/Wali Kota, lebih khusus kepada Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor untuk mencabut ijin pengedaran minuman beralkohol dan membentuk tim pengawasan gabungan tetap di pelabuhan, bandara udara dalam rangka memproteksi masyarakat Biak yang kita cintai.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Biak Thomas Ondi  mengatakan, sebelum Pemerintah Provinsi Papua melarang minuman beralkohol, DPRD Kabupaten Biak sudah mengeluaran perda larangan miras di Biak Numfor.
Jadi, kami di Biak sudah duluan keluarkan larangan sebelum Pemerintah Provinsi, tapi pihaknya akan memperintahkan Satpol PP untuk segera melakukan razia Miras di Kota Biak,” ujarnya dihadapan gubernur dan Forkompinda Papua.
Menurut Thomas Ondi, sejak penandatangan Pakta Integritas  untuk melaksanakan Perdasus Nomor 15 Tahun 2013, pihaknya sudah memberitahukan kepada pengusaha miras untuk segera menjual habis stok miras yang ada. “Kami kasih waktu sampai bulan ini, stok habis sudah tidak boleh masukan lagi miras,” ujarnya. (Bams)

Dibaca 825 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.