Bendera BK Dibakar Di Kantor Bupati Jayapura | Pasific Pos.com

| 17 July, 2019 |

Bendera BK Dibakar Di Kantor Bupati Jayapura

Headline Penulis  Selasa, 03 Mei 2016 14:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Pembakaran Bendera Bintang Kejora dan Atribut KNPB dihadapan Bupati Jayapura di kantor Bupati, Senin (2/5) kemarin.

 

SENTANI,- Penolakan terhadap aksi-aksi yang dilakukan KNPB yang kerap kali berakhir rusuh untuk pertama kali dilakukan oleh koalisi masyarakat Sentani. Bahkan dalam penolakan ini, masyarakat membakar bendera Bintang Kejora di hadapan Bupati Jayapura.

Dihadapan Bupati masa yang dipimpin Sarlen LS Dobondoy mengatakan agar masyarakat  tidak terlibat dalam organisasi-organisasi liar yang menghambat pembangunan di kabupaten Jayapura. "Kami masyarakat adat khususnya warga Sentani tidak terlibat dalam kelompok-kelompok liar seperti kelompok KNPB yang selama ini sudah meresahkan masyarakat," ujarnya.
Sebelumnya koalisi masyarakat ini berkumpul di lapangan makam Theys Eluay . Masa yang berjumlah ratusan ini membentangkan spanduk dan menancapkan bendera merah putih di sekitaran lapangan Theys.
Ayatanoi Eluay dalam orasinya mengatakan bahwa sebagai masyarakat adat Sentani harus hormati tatanan adat yang ada di tanah Papua karena ini adalah suatu dasar agar kita saling menghargai.
"Ada kelompok-kelompok yang selalu membuat masalah di atas tanah Papua contohnya KNPB. Kita terjebak dalam konspirasi dan terjebak dalam kelompok tersebut. Mengenai ULMWP saya sudah ketemu Beny Wenda dan beliau menangis karena tidak ada keberhasilan sehingga kelompok ULMWP sudah membohongi masyarakat Papua," ujarnya.
Dikatakannya pula bahwa hari ini kita masyarakat Sentani  sepakat menyatakan kepada para pejabat bahwa kita harus sejahterakan rakyat. "Kami tidak akan bergabung dengan kelompok KNPB karena harus berpatokan kepada tatanan adat dan NKRI ," ujarnya.
Harlem Saroy pun membaca pernyataan sikap yang isinya, pertama masyarakat adat Sentani tidak ada yang terlibat ataupun tergabung dalam kelompok KNPB.
Kedua, masyarakat Sentani menentang keberadaan kelompok KNPB di Sentani. Karena keberadaan KNPB selama ini  telah mereaahkan masyarakat. Ketiga menolak ULMWP menjadi anggota MSG karena selama ini telah membohongi masyarakat Papua.
Keempat, meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk bersikap tegas terhadap masyarakat pegunungan yang telah berbuat kriminalitas untuk dikembalikan ke daerah asalnya.
Kelima, masyarakat adat Sentani mengharapkan terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah kabupaten Jayapura sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik. Keenam meminta kepadavpemerintah baik kabupaten maupun propinsi untuk menywrahkan proyek pembangunan di wilayah kabupaten Jayapura kepada masyarakat adat Sentani. Serta meminta agar pemerintah daerah untuk menyelesaikan peemasalahan sosial seperti pembayaran ganti rugi tanah bandara secepatnya.
Selanjutnya, rekomendasi berikan kepada negara melalui Pemerintah Kabupaten Jayapura, dalam hal ini di terima langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.
Usai menerima rekomendasi tersebut, Bupati Mathius mengatakan, sebagai perpanjangan tangan dari Negara, maka sebagai pejabat negara tidak ada salahnya jika menerima aspirasi, sepanjang penyampaian aspirasi tersebut ditempuh dengan cara-cara bermartabat.
“Saya berpikir jika penyampaian aspirasi tentang hal-hal yang baik apalagi untuk mendukung keamanan, ketertiban, perdamaian di daerah ini adalah wajar-wajar saja dan itupun juga untuk kebersamaan kita,” tuturnya.
Bupati Berharap,semua masyarakat bisa ikut mendukung langkah ini, agar situasi Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)di Kaabupaten Jayapura terlebih Papua bisa berjalan dengan baik,aman dan lancar kedepannya. Usai orasi di hadapan bupati Jayapura, masa kemudian meninggalkan kantor bupati Jayapura. (Jems)

Dibaca 1596 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.