Gubernur: Larangan Miras Tidak Ditunggaki Politik | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Gubernur: Larangan Miras Tidak Ditunggaki Politik

Headline Penulis  Selasa, 03 Mei 2016 13:58 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Enembe

 

JAYAPURA,- Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku mengumumkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol atau minuman keras (miras) karena selama ini tak ada pemimpin di Papua ini yang berani.

Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Papua terkait pelarangan peredaran miras di Papua ini sudah ada sejak lima tahun lalu. Tapi tak ada orang yang berani mengumumkannya, sebab semua orang terlibat, mulai dari pengusaha, pihak eksekutif, termasuk dewan. “Ini pembiaran luar biasa. Orang Papua bunuh orang Papua,” kata Lukas, dihadapan para kader dan pengurus Partai Demokrat dari wilayah di Provinsi Papua, saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Demokrat Provinsi Papua di Hotel Aston, Kota Jayapura, Papua, Senin, 2 Mei 2016.
Menurut Lukas, persoalan pelarangan peredaran dan komsumsi miras di Papua ini bukan terkait karena adanya persoalan politik. “Ini tak ada kaintannya dengan politik seperti dugaan orang belakangan ini. Saya melarang peredaran dan komsumsi miras itu cuma mau agar orang Papua diselamatkan,” katanya.
Terkait hal itu, kata Lukas, dirinya meminta kepada tiap kabupaten/kota di Papua agar melakukan pelarangan peredaran dan komsusmi miras. “Saya juga minta agar Perda pemberian ijin miras yang sudah ada di tiap kabupaten/kota untuk dicabut,” jelasnya.
Menurut Lukas, saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke wilayah Selatan Papua, tepatnya di Kabupaten Asmat, dirinya melihat pintu masuk miras di wilayah itu cukup banyak. “Makanya saya minta ada penambahan Satuan Polisi Pamong Praja diperbayak atau ditambah tiap daerahnya, termasuk di provinsi. Ini nantinya untuk membantu mengawasi,” katanya. (Bams)

Dibaca 589 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.