80 Persen OAP Lulus TNI | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

80 Persen OAP Lulus TNI

Headline Penulis  Jumat, 22 April 2016 13:32 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pangdam XVII/Cenderawasih yang diwakili oleh Kasdam XVII/Cenderawasih secara resmi membuka pendidkan Secata PK TNI-AD Gelombang I Tahun 2016, di Lapangan Pancasila Rindam XVII/Cenderawasih, Kamis (21/4) kemarin.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Teguh Pudji Rahardjo pada saat pelaksanaan upacara pembukaan pendidikan mengatakan bahwa pada penerimaan Secata PK TNI AD Gelombang I Tahun 2016 sebanyak 191 calon prajurit siswa Tamtama yang dinyatakan lulus, sekitar 80 persen didominasi oleh Orang Asli Papua (OAP).
Nantinya mereka akan menempuh pendidikan dasar keprajuritan selama kurang lebih 20 minggu.
Beberapa pelajar yang berhasil diwawancarai yaitu prajurit siswa calon Tamtama Mas Wanimbo berasal dari daerah Tolikara dan Prajurit siswa Salmon Kalolik yang berasal dari Wamena, kebetulan mereka berdua anak petani dari daerah pegunungan.
Mereka merasa bangga menjadi prajurit TNI dan akan berlatih dengan baik. Diantara mereka juga ada yang memiliki kemampuan khusus di bidang olah raga, kemampuan ini bisa dikembangkan untuk mendukung prestasi perorangan maupun untuk mengharumkan satuan TNI dan daerah Papua.
Sementara itu, Pangdam dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasdam menyampaikan bahwa pendidikan yang akan kalian tempuh bertujuan untuk membentuk prajurit siswa calon Tamtama agar menjadi Tamtama TNI-AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Sapta Marga, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar serta jasmani yang samapta.
Kemampuan yang diharapkan setelah menyelesaikan proses pendidikan adalah dapat melaksanakan tugas-tugas sebagai seorang Tamtama penembak senapan atau setingkat di jajaran TNI-AD, dapat menghayati dan mengimplementasikan integritas kepribadian maupun keterampilan dasar keprajuritan.
Untuk itu, jangan sia-siakan kesempatan yang berharga ini. Menjadi seorang prajurit merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri karena tidak semua orang dapat mejadi prajurit TNI-AD.
Dikatakannya, untuk menjadi seorang prajurit TNI-AD harus melewati berbagai seleksi yang ketat. Hal lain yang harus dipahami bahwa nantinya pada saat proses pendidikan akan terlihat watak dan kepribadian prajurit siswa yang sesungguhnya, apakah pantas menjadi prajurit TNI-AD atau tidak.
Apabila watak prajurit siswa tidak cocok untuk menjadi seorang prajurit, maka lembaga pendidikan ini tidak akan segan-segan mengembalikan kalian kepada keluarga masing-masing.
Kasdam XVII/Cenderawasih secara khusus juga memberikan arahan kepada para pelatih dan pembina agar dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta mencapai sasaran yang diharapkan, yaitu prajurit yang profesional, memiliki kemampuan dasar keprajuritan, fisik yang samapta dan kepribadian yang sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. (Hermon)

Dibaca 1027 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.