Pelarangan Miras Kembali Mendapat Dukungan dari Tokoh Perempuan dan Pemuda | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Pelarangan Miras Kembali Mendapat Dukungan dari Tokoh Perempuan dan Pemuda

Headline Penulis  Kamis, 21 April 2016 11:38 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

perwakilan tokoh perempuan, Heemskercke Bonay, didampingi Ketua Dewan Paripurna Pemuda Pancamarga, Philip Wona juga Ketua Pemuda Pelajar Putra Putri Indonesia Niko Mauri keteika memberikan keterangan terkait pelarangan Miras di Tanah Papua di ruang Komisi IV DPR Papua, Rabu (20/4) sore. (foto Yuni).

 

JAYAPURA,- Pasca diberlakukannya Perda Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pelarangan Produksi, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol di Provinsi Papua yang dicanangkan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe tampaknya kembali mendapat dukungan dari Para tokoh Pemuda dan Perempuan yang ada di Papua.

Salah satu tokoh Perempuan Papua, Heemskercke Bonay mengatakan, sangat mendukung dan memberi apresiasi atas kebijakan Gubernur Papua yang sudah melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas yang dilakukan oleh seluruh bupati/walikota se-Papua.
“Pelarangan mirsa itu harus dihapus dari Tanah Papua. Saya bicara masalah ini karena saya ini seorang perempuan, seorang mama yang melahirkan generasi Papua yang saat ini generasi Papua semakin punah.
Kami perempuan ini yang mengalami hal-hal seperti ini. Kalau ada mirsa pasti ada orang mabuk karena akibat mabuk lalu meninggal.
Akibatnya kami mama-mama yang kena imbasnya. Dimana-mana terjadi KDRT, sekolahnya tidak diperhatikan, dan perkelahian hpun terjadi, hingga tingkat kriminalitas di Tanah Papua semakin tinggi, “ kata Heemskercke Bonay yang notabene anak dari mantan gubernur pertama Irian Barat, di kantor DPR Papua, Rabu (20/4).
Menurut dia, selama ini belum ada pejabat yang berani mengambil keputusan seperti ini, terkait pelarangan miras. Karena selama pejabat ganti pejabat dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada pejabat yang bicara tentang miras ini dan harus ditutup dan dihentikan.
“Ini pemusnahan orang Papua dan menghancur masa depan anak-anak Papua, jadi mari kita mendukung kebijakan gubernur Papua dengan pikirannya yang tulus didalam membela hak-hak orang asli Papua yang saat ini generasi Papua tengah terancam, “ tukasnya.
Sementara Ketua Dewan Paripurna Pemuda Pancamarga, Philip Wona juga mendukung pelarangan miras mengatakan pelarangan miras adalah hal positif.
“Setelah fakta integritas pelarangan miras. Kami sangat mendukung kebijakan pelarangan miras, Kami melihat nilai posotifnya lebih banyak,” ujar Philip.
Ia mengatakan, bahwa pengaruh buruk miras telah masuk disemua kalangan mulai dari pelajar hingga orang dewasa. “Kalau tidak ada pelarangan miras maka generasi muda tidak ada perubahan. Sekarang ini, mulai dari anak SD sudah mulai miras apalagi anak SMA juga mahasiswa,” imbuhnya.
Menurutnya, pelarangan miras, pasti akan menimbulkan pro dan kontra dari bebarapa kalangan. “Sebagian besar pasti menolak miras. Tapi saya yakin miras dilarang juga pasti didukung oleh mama – mama  Papua. Jadi pelarangan miras ini para bupati juga harus mendukung, kerena miras banyak merusak masa depan anak-anak Papua, ” tandas Philip.
Ia mengatakan bahwa pelarangan miras yang galakkan gubernur Papua, harus terus disosialisaikan di Masyarakat. “kami harap pemerintah, juga  MRP dan DPR harus terus melakukan sosialisasi dengan jelas terkait dengan pelarangan miras. Memang harus dilarang kalau tidak 10 tahun kedepan pasti hancur generasi mudah kita ini,” ujarn mantan Bupati Yapen itu.
Menurutnya,Miras bukan alasan untuk mendatangkan PAD. Ini alasan yang belum kuat. “Apakah kita butuh PAD tinggi atau banyak orang Papua yang mati dan banyak orang yang dirugikan karena miras di Papua, “ tandasnya.
Hal senada juga disampaikan, Ketua Pemuda Pelajar Putra Putri Indonesia Niko Mauri mengatakan bahwa generasi mudah bangsa harus diselamatkan dengan cara melarang miras di Papua.
“Pelarangan miras merupakan langkah yang maju bagi bangsa. kalau ada yang masih miras setelah paktaintegritas ini dikeluarkan, maka orang tersebut harus diamankan oleh pihak yang berwajib. Apa yang dilakukan ini semata-mata untuk penyelematan generasi bangsa, khususnya generasi Papua,” tegas Niko.
Ia menandaskan, sudah  saatnya merepatkan barisan untuk mendukung kebijakan gubernur Papua dalam hal pelarangan miras di Tanah Papua,  “Bagaimana bmau erpikir yang baik, jika masih ada miras.diatas tanah ini. Jadi ini tanggung jawab kita semua, mari kita sama-sama menolak. Ini berkaitan dengan masa depan bangsa dari generasi bangsa,” tutup Niko. (Yuni)

Dibaca 794 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.