Banyak Kader Partai Belum Tunujukan Loyalitasnya | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Banyak Kader Partai Belum Tunujukan Loyalitasnya

Headline Penulis  Senin, 18 April 2016 11:57 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, SH

 

“Gerindra Papua Gelar Rapimda”

Jayapura : Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) adalah sebagai forum koordinasi, konsultasi dan  forum pengambilan keputusan tertinggi dibawah Musda.

“Rapimda hari ini (Sabtu. red) selain dimaksud untuk menjabarkan kebijakan partai yang telah diputuskan ditingkat  Rapimnas, sekaligus bertujuan untuk  mengurai berbagai permasalahan internal partai, baik ditingkat DPD maupun DPC, “ kata Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni SH dalam sambutannya pada acara pembukaan Rapimda yang berlangsung di Sekretariat  DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Jalan Tasangkapura Distrik Jayapura Selatan, Sabtu (16/4) akhir pekan kemarin.
Untuk itu, kata Yanni,  kepada seluruh peserta Rapimda, diharapkan tidak hanya mengikuti kegiatan ini  dengan sungguh-sungguh, tetapi juga wajib melaksanakan apa yang diputuskan dalam Rapimnas 18 Maret 2016 lalu.
“Hal ini perlu saya sampaikan mengingat masih banyak diantara kita, baik DPD maupun DPC yang belum menunjukan loyalitas dan tanggungjawab dalam mengelola dan menjalankan fungsi partai sebagaimana yang diharapkan, “ ujar Yanni.
Yanni yang juga sebagai Wakil Ketua III DPR Papua ini mengatakan, masih banyak diantara kita yang menjadikan partai hanya sekedar tumpangan politik sesaat, untuk mencapai tujuan-tujuan politik jangka pendek, setelah tujuan politik tercapai, partai dicampakan begitu saja. Apalagi, tujuan politiknya tidak tercapai.
Untuk itulah, kata Yanni, salah satu agenda penting yang dibahas dalam Rapimda ini adalah konsolidasi partai yang meliputi konsolidasi program, struktur dan personalia.
Lanjut Yanni,  konsolidasi sangat menentukan eksistensi partai saat ini dan ke depan, apalagi kita sedang menghadapi Pilkada Serentak jilid kedua 2017 dan pilkada gelombang ketiga tahun 2018.
“Lepas dari agenda Pilkada nanti, kita akan masuk pada agenda politik nasional lima tahunan, yakni pemilu legislatif dan Pilpres 2019. Untuk itulah hari ini DPD Gerindra Provinsi Papua melaksanakan Rapat Pimpinan Daerah  serta  pelantikan dua organisasi sayap sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur partai sehingga ke depan capaian politik Partai Gerindra Provinsi Papua dapat lebih maksimal sesuai yang ditargetkan, “ tandasnya.
Dikatakan, kalau pada pemilu legislatif 2014, Gerindra Papua mampu meraih 1 kursi DPR RI dari sebelumnya tidak ada, 6 kursi DPR Papua dari sebelumnya hanya 1 kursi dan 68 kursi DPRD se Provinsi Papua, dari sebelumnya 17 kursi.
Untuk itu lanjut Yanni,  ke depan Gerindra Papua bertekad melipatgandakan perolehan kursi di semua jenjang, sehingga Gerindra menjadi partai besar, dipercaya dan menjadi partai yang menduduki 3 besar ditingkat nasional.
“Begitu halnya dalam pilkada, dimana dalam pilkada 2015, kader Gerindra berhasil menduduki posisi wakil bupati yakni di Kabupaten Merauke. Maka pada Pilkada 2017, saya selaku ketua DPD Partai Gerindra Papua bertekad mengusung lebih banyak lagi kader-kader potensial untuk bersaing dalam pilkada nanti, baik sebagai calon bupati maupun wakil bupati dan wali kota serta wakil wali kota, “ imbuhnya.
Namun demikian, ujar Yanni, bukan berarti semua kader harus dimajukan sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, tetatpi kader yang benar-benar memiliki potensi dan kesiapan yang sungguh-sungguh, bukan secara dadakan atau bondo nekad.
“Saya yakin dan percaya, kesuksesan Pilkada Merauke beberapa waktu lalu, akan membangkitkan spirit perjuangan partai dan kepercayaan diri para kader. Tentu tujuannya bukan hanya merebut kekuasaan semata, tetapi Gerindra agar dapat berbuat demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua, “ pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Laksamana Madya TNI (Purn) Moeklas Sidik, MPA mengatakan, ini merupakan sejarah dan monumental bagi Gerindra sejak berdiri 2009 disini, 7 tahun menunggu PIRA dan KESIRA baru bisa kita resmikan.
“Yang dilantik, merupakan ukiran sejarah bagi dirinya. Sayap Partai Gerindra, PIRA maupun KESIRA ini, untuk menjalankan Pilkada bagi Gerindra sangat penting, melipat gandakan konstituen, setiap taat menerima orang yang berobat di Gerindra.  Saya yakin seyakin-yakinnya, wajar loginya pasti bersyukur dan berterima kasih kepada Gerindra,”  kata Moehklas Sidik.
Dijelaskannya,  sayap partai mewadai aspirasi kelompok-kelompok tertentu yang ada di Partai Gerindra, seperti PIRA yang mewadai perempuan Indonesia, karena ada target yang diperjuangkan oleh PIRA, seperti masih menghadapi kebodohan, keterbelakangan dan hak-hak yang belum terpenuhi.
“Kalau Gerindra memimpin 30 persen untuk perempuan. Itu mewadahi aspirasi warga Gerindra yang ada di kelompok, yang sifatnya pemberdayaan organisasi yang disebut sayap, untuk meningkatkan kualitas dan ujungnya pemenangan. Kita target hanya tepuk tangan, Prabowo presiden setuju, tapi sebetulnya berpikir langsung adalah menjadikan Prabowo Presiden 2019, “ tegasnya.
Ditandaskannya, semua fokuskan untuk merebut hati rakyat menjadikan Prabowo jadi Presiden. Pengalaman 2014, kita dicurangi.
“Jadi kecurangan harus dihentikan, seperti saksi harus dipercaya, karena sekarang banyak saksi abal-abal. Sehingga sekarang harus tahu bagaimana menata struktur partai mulai DPD, DPC dan ranting. Jadi harus tahu bagaimana mengkalkulasi suara, “ tutupnya. (Yuni)

Dibaca 493 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.